Home > cacatnya harian alif > Cerita si Kabayan

Cerita si Kabayan

Di subuh itu yang dingin nan gelap, seperti biasa ane bangun. Ya, bangun untuk menunaikan sholat subuh yang rakaatnya sedikit tapi godaannya maha dahsyat. Tak perlu lah ane ceritakan bagaimana dahsyatnya godaan itu, karena sulit untuk diceritakan, hanya kamu bisa rasakan. Setelah salam kiri kanan, ane lagsung menuju tempat tidur guna melaksanakan ritual selanjutnya setelah solat subuh yaitu tidur-tiduran sambil dengerin radio MQ. Saat itu yang ceramah bukan Aa Gym, tapi ustadz lain. Apalah artinya sebuah nama, jadi tak perlu ane sebutkan siapa ustad ini. Yang penting substansi ceramahnya yang ingin ane bagi dengan kawan-kawan. Substansinya adalah kisah tentang kabayan yang sedang sholat. Ceritanya cukup menggugah tapi bukan untuk diamalkan.hehe, Begini ceritanya friend:
“hari itu kabayan berangkat pergi ke warung, punya maksud untuk belanja macam-macam barang. Dalam perjalanannya, kabayan lewat sebuah masjid. Tiba-tiba terfikir dalam benaknya untuk melaksanakan sholat. Mungkin pada hari itu kabayan belum menunaikan sholat dan merasa bahwa sholat itu wajib bagi setiap muslim. Tanpa pikir panjang, maka masuklah ia kedalam masjid lalu mulai ia sholat. Kebetulan saat itu ada orang lain yang juga belum sholat. Melihat kabayan sholat, maka ia berniat jadi makmum bagi kabayan. Jadilah kabayan imam dan orang itu makmum. Gerakan demi gerakan sholat dilakukan kabayan, dan tentunya diikuti oleh makmum dibelakang.Ketika sedang rukuk, tiba2 secara mengejutkan dan tak terduga-duga, sang imam kentut,”br**t“,mungkin begitu suaranya. Sontak saja si makmum kaget dan yang lebih kaget lagi ternyata sang imam meneruskan sholatnya. Makin gelisah saja makmum yang satu ini, “bukannya batal sholatnya kalo udah kentut“, gumam sang makmum dalam hati. Maka setelah sholat usai, si makmum bertanya pada si kabayan,
Kabayan, kamu tadi kentut. Bukannya batal.Kenapa diterusin sholatnya“.
ga ah, saya ga batal“. Jawab kabayan
eh, kumaha. Dimana-mana juga orang udah tau, kalo kentut itu batal“.
Timpal sang makmum dengan ekspresi geram.
Dan kabayan pun dengan PD nya menjawab,
Enggak, saya gak batal. da saya tadi belum wudhu.Jadi gak batal,hehe
Akhirnya si makmum cuman bisa geleng-geleng kepala seolah-olah memahami kelakuan si kabayan.

(kejadian tanggal 21 Juni 09, di rumah tercinta)

Categories: cacatnya harian alif
  1. September 6, 2009 at 2:19 am | #1

    tolooong susah bgd cari ilustrasi cerita ……….

    tolong dunks adain gitoh…tentang ilustrasi cerita ……. pha zaaaaa….

    pliezzzz…….

  2. alifcintapersib
    September 7, 2009 at 5:57 am | #2

    wew, ilustrasi apaan??

  3. christuciha
    September 13, 2011 at 9:23 am | #3

    tolong donks cerita kabayan atau jenaka nya ditampahin

  4. christuciha
    September 13, 2011 at 9:25 am | #4

    *ditambahin

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.