cerita hati ini
@ lab
Bandung mendung dan sekarang sudah hujan. Dan saya di temani fikri yang sedari tadi sudah berkicau dengan dengkurnya seolaholah tadi malam memang sudah bekerja keras mendapatkan lailatul qodr. itu tempatnya di salman. Seperti menjaga lilin saja, kami bergantian. sebenarnya saya ingin duluan tidur di kasur lab yang empuk itu. tapi apa daya, di sini hukum rimba berlaku. yang duluan, yang tidur pertama. Dan saya menunggu dia selesai membereskan mimpinya.
Hei alif, ngapain kamu (masih) di lab?? sedangkan orang2 sudah pada ramai membicarakan mudik dan lebaran. Oh, itu saya sedang eksperimen lagi. kemarin ketika akan memberikan laporan TA, sang dosen memberikan oleh2 bahan tambahan. mmm, nunu bilang saya ini terlalu plegmatis. sambil mengacungkan tinjunya, dia dengan gagah bilang harusnya kamu protes lif sama dosen pembimbing. Masya alloh, saya belum pernah liat nunu dengan ekspresi seperti itu. Nampak gagah. Tapi seperti kata bondan, ya sudah lah. saya terima. toh ini juga biar TA nya lebih mantep.
Sambil menunggu eksperimen, saya baca koran kompas baru. Liat tingkah orang yang mau mudik,desek2an, liat tingkah wakil rakyat yang mewakili rakyat miskin kebanyakan yang ingin ada kolam renang di gedung mewahnya (kereeeen), juga liat iklan hape yang belum mampu saya beli. Juga itu sambil di selingi chating sama ami, yang bingung mau mudik kemana. Saya bilang ke arab aja, dia minta di ongkosin. Sungguh ami, bukan nya saya pelit tapi saya lagi banyak utang. belum mampu bayarin ongkos mudik kamu. saya masih utang sama sodara 50 rebu atas mukena baru yang saya beli. meskipun sodara, uang adalah uang, sodara ya sodara. tetep gak bisa gratisan, tapi boleh nyicil, 3 bulan lamanya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 10.11 dan saya di sini sudah dari pukul 06.00. ramadhan bentar lagi, saya mau tilawah dulu, mungpung pahalanya masih gede. Yeaaahh, dan tiba2 saya teringat, saya janji nulis di blog buat si cantik amanda…
Recent Comments